Kantor Twitter Singapura Ditutup Akibat Tak Bayar Biaya Sewa, Karyawan Diminta WFH

1 min read 77 views

Kantor Twitter Singapura Ditutup Akibat Tak Bayar Biaya Sewa, Karyawan Diminta WFH

Para staf Twitter cabang Singapura bersiap untuk mengemasi barang-barang mereka, setelah kantor platform berlogo burung biru itu ditutup lantaran Elon Musk tak kunjung membayarkan tagihan biaya sewa gedung.

Tunggakan sewa sebesar 197.725 dolar AS atau Rp 3.02 miliar (satuan kurs Rp 15.274) yang tak kunjung dilunasi Musk membuat pemilik gedung geram.

Hingga ia meminta para staff Twitter untuk mengosongkan kantor pusat Twitter di kawasan Asia -Pasifik yang berlokasi di lantai 138 Market St, gedung CapitaGreen, Singapura pada Kamis (12/1/2023) sebelum pukul 17.00 waktu setempat.

Informasi ini pertama kali diketahui oleh Casey Newton dari Platformer News, usai salah seorang staf Twitter mengirimkan sebuah email perusahaan terkait penutupan kantor platform berlogo burung biru itu.

“Saya diberi tahu bahwa karyawan Twitter baru saja keluar dari kantornya di Singapura karena tidak membayar sewa. Tuan tanah mengantar karyawan keluar dari gedung,” tweet Newton.

Sebagai informasi kasus seperti ini bukan kali pertama bagi Twitter. Sebab sejak akhir tahun lalu, perusahaan telah menunda pembayaran sewa gedung di seluruh cabang dunia, sampai Elon Musk digugat oleh pemilik gedung kantor di San Francisco karena tak membayar uang sewa gedung selama berbulan-bulan.

Sebelum kantor cabang Singapura ditutup, Elon Musk dilaporkan telah memangkas pengeluaran besar-besaran dengan memecat puluhan karyawan di kantor pusat Singapura.

Banyak pihak yang berasumsi saat ini Twitter tengah mengalami kebangkrutan, hingga Elon Musk tak dapat membayarkan biaya sewa gedung dan terpaksa menunggak pembayaran selama berminggu – minggu.

Terlebih pasca akuisisi harta Elon Musk telah terkuras lebih dari 182 miliar dolar AS.

Meski Elon Musk telah menepis isu negatif tersebut, namun menurut informasi yang beredar selama tahun 2022 kemarin perusahaan Twitter telah mengalami kemunduran pendapatan akibat kebijakan – kebijakan kontroversial yang diterapkan Elon Musk.

Di antaranya seperti memblokir sejumlah akun Twitter jurnalis kenamaan serta melakukan pemecatan terhadap ribuan pegawai tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Alasan ini yang kemudian membuat para investor kabur dan saham Twitter anjlok.

Pihak Twitter maupun Elon Musk hingga kini masih enggan mengomentari penutupan kantor cabang Singapura, namun melansir dari Financial Express usai mengosongkan gedung, para staf diminta untuk bekerja secara work from home atau WFH sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cookies Consent

This website uses cookies to offer you a better Browsing Experience. By using our website, You agree to the use of Cookies

Learn More